Senin, 26 Agustus 2019

Hijrah Bersamamu

Hijrah bersamamu,
Kita dipertemukan bukan tanpa alasan,
Berharap saling menguatkan dalam kebaikan
Saat ragu, kau yang meyakinkan
Saat hilang arah, kau yang menemukan
Karena yang terlihat kuat pun tetap butuh dikuatkan
Itulah mengapa betapa indah kata "Saling"
Sebab ia bermakna melengkapi, menggenapi dan mengisi
Bukankah ciri orang yang mencintai adalah tidak rela jika orang yang dicintainya berdosa
Maka berjanjilah saling menguatkan dalam kebaikan
Bukankah ciri orang yang mencintai adalah tidak ingin jika orang yang dicintainya lalai
Maka bimbing aku perlahan mengeja nama Tuhan
Maka, hijrahlah bersama ku. Disana ada takdir bahagia yang menunggu
Hijrahlah bersama ku. Kan kau dapati ketenangan hati yang hakiki
@Swipe_Id

Jumat, 01 Februari 2019

Alhamdulillah Kembali

Bismillah,

Masyallah 😆😆😆
Gak kerasa udah 3 tahun dari tulisan terakhir diblog ini. Terakhir posting bulan 3 tahun 2016. Scroll tulisan jaman dulu diblog ini, bikin ketawa geli. Ternyata ana pernah alay 😆 Maafkan ana pembaca yang budiman, tapi semoga antum bisa mengambil Ibrah dari tulisan ana yaa...

Kabar ?
Alhamdulillah kabar ana baik hari ini,
Semoga antum pun demikian.
Lalu bagaimana kabar iman kita ?
Semoga makin bertambahnya usia, makin kuat pula keyakinan pada Allah. Sebab merugilah jika hari-harinya terbuang percuma tanpa ada perubahan yang lebih baik. Rugi 2x, rugi sebab waktu tak dapat ditarik kembali dan rugi usia bertambah namun ibadah malah melemah.

3 tahun sudah berlalu, banyak perubahan yang ana alami. Misalnya bikin ana jadi lebih mikir kalau "Tujuan utama bukanlah dunia". Kalau sudah punya konsep seperti itu, maka lambat laun hal-hal yang berbau "duniawi" gak bakal bikin antum sesak dada. Jadi menyikapi hal-hal dunia itu biasa saja, tidak dimasukan ke hati.

Misal, Temen antum punya Hp baru, kamera super canggih yang bikin wajah jadi super kinclong 😆 terus RAM nya besar, layarnya lebar (hampir bisa gantiin talenan), nah kalau konsep antum "Dunia" Sudah bisa sangat dipastikan antum pasti IRI karena Hp antum biasa aja. Sudah bisa dipastikan antum ingin ganti Hp, lalu beranikan diri untuk riba.

Nah beda kalau mindset antum "Tujuan utama bukan dunia", ketika ngeliat Hp temen tadi, maka yang pertama muncul dibenak antum adalah.. " Alhamdulillah, temen seneng kita ikut seneng", kemudian antum bersyukur pula, sebab Hp yang antum pegang sekarang adalah Hp yang akan jadi saksi atas kebaikan-kebaikan yang antum bagikan. Jadi, yang utama bukanlah terletak pada keindahan atau kecanggihan Hp, tapi seberapa banyak manfaat dari Hp tersebut.

Nah, Rasulullah tidak melarang kita menikmati dunia. Bukan, bukan melarang kita memiliki Hp terbaik saat ini, tapi jika ingin memiliki hp dengan cara yang salah serta tujuan antum dunia maka tinggal tunggu kekecewaan dan ketidakpuasan. Maka jadikan dunia itu seperti parfum, pakai saja seperlunya, jangan diminum 😅 keracunan antum 😂

Sebab kalau konsep pikiran antum dunia, maka gak akan pernah ada habisnya dan gak akan ada puasnya.

Gunung Putri,
2 Februari 2019
Siang hari yang cerah