Selasa, 02 September 2014

Rasa bersalah

"Rasa bersalah itu indikator hati yang masih bersih." Begitulah kalimat kakak mentor ku yang masih terngiang hingga kini.
Entah seberapa bersih bukan hal yang begitu penting disini.
Tetapi, rasa bersalah itu bukankah sesuatu yang mahal harganya ?
Yang tidak semua orang dapat dengan mudah menerima perasaan itu. Yang dengan mudahnya mereka tidak memikirkan hati mereka sendiri yang sedang berteriak. Dikalahkan oleh ego. Dimusnahkan oleh lidah. Dimatikan oleh pikiran.
Beruntunglah mereka yang masih memiliki perasaan bersalah lalu berdamai dengan rasa itu.
Jika kamu tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun...

Berdoalah kepada Tuhan.
Pintalah diberikan hati yang baru.
Karena hatimu kini sudah mati.

Fajar

Aku suka Fajar...
Saat dimana cahaya kemerah-merahan bermunculan dari timur.
Saat dimana langit masih begitu lugu dari bisingnya bumi.
Aku suka Fajar...
Dimana sinar masih bersahabat dengan kulit.
Dimana embun murni masih terlindungi.
Aku suka Fajar...
Ketika setiap nyawa mulai memiliki jiwa.
Ketika semua mulai saling menyapa.

Karena, aku suka Fajar.